Jenis-Jenis Pengangguran



Pengangguran
Bagi kita sudah tidak asing lagi dengan kata “pengangguran” apalagi anda yang tinggal di kota-kota besar. Kata tersebut sring kita dengar lewat media cetak maupun media elektronik. Sebenarnya pengangguran tidak hanya ada di perkotaan tetapi sudah merambah di pedesaan. Masalah pengangguran merupakan problematika kehidupan yang rumit dan sulit dipecahkan. Tak hanya sekarang, sejak dulu memang masalah pengangguran ini sudah ada. Dengan adanya masalah pengangguran sudah barang tentu membawa dampak serta menimbulkan permasalahan lain.

Permasalahan yang timbul jika pengangguran bertambah yaitu meningkatkan angka kejahatan, meningkatnya kemiskinan, menurunnya ketrampilan tenaga kerja dan menurunkan pajak penghasilan negara. Maka dari itu masalah pengangguran tidak bisa dianggap sepele dan harus ditanggulangi bersama. Secara umum pengangguran disebabkan karena beberapa faktor yaitu :

  1. Pertambahan angkatan kerja tidak sebanding dengan kesempatan kerja
  2. Angkatan kerja tidak memenuhi persyaratan yang diminta

Pengangguran sangat erat kaitannya dengan kesempatan kerja yang tersedia diberbagai bidang. Dengan banyaknya lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja akan mengurangi angka penggangguran di negeri ini. Pada coretan kali ini, tidak akan dibahas secara mendalam bagaimana solusi pengangguran tetapi hanya sebatas jenis pengangguran saja. Jenis-jenis pengangguran menurut terjadinya dapat dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu :

  1. Pengangguran musiman, merupakan pengangguran yang timbul karena pergantian musim. Misalnya setelah masa tanam petani akan menganggur menunggu musim panen.
  2. Pengangguran standart, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan dalam bidang perekonomian. Misalnya perubahan struktur agraris menjadi industri, jika pekerja tidak mampunyai ketrampilan tertentu maka tidak akan bisa beralih ke bidang industri dan akan menjadi tenaga lebih dibidang agraris.
  3. Pengangguran friksional, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya siklus kehidupan manusia sehingga menimbulkan keinginan untuk pindah tempat atau pindah pekerjaan.
  4. Pengangguran voluntary, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya orang dengan penghasilan bunga deposito.
  5. Pengangguran deflasioner, merupakan pengangguran yang terjadi karena jumlah pekerja lebih banyak dari lowongan perkerjaan yang ada.
  6. Pengangguran teknologi, merupakan pengangguran yang timbul karena adanya kemajuan teknologi. Misalnya pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.

 Dari uraian di atas kita tahu bahwa pengangguran bukanlah masalah yang mudah. Untuk itu diperlukan koordinasi dan penanganan bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab kita bersama agar dalam kehidupan kita tidak timbul masalah yang terjadi akibat pengangguran. Demikian tulisan mengenai Jenis-jenis pengangguran semoga informasi ini bermanfaat.

Post a Comment

0 Comments