Usaha Mahasiswa Dalam Menggali Kemampuan Personal




  I.      LATAR BELAKANG
 Kemampuan personal dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam di dalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dengan demikian, kemampuan personal mahasiswa adalah kemampuan dasar yang dimiliki mahasiswa yang masih terpendam di dalam dirinya, yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri mahasiswa.

Kemampuan personal manusia secara utuh adalah keseluruhan badan atau tubuh manusia sebagai suatu sistem yang sempurna bila dibandingkan dengan sistem makhluk lainnya, kemampua-kemampuan yang telah ada pada diri manusia adalah akal pikiran, hati dan indera. Kemampuan apa pun yang ada pada diri manusia, masing-masing dapat tumbuh dan berkembang, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, baik disengaja, maupun secara alami. Sesuai dengan kemampuan yang telah di berikan kepada manusia, kosekuensi logisnya adalah manusia harus memanfaatkan dan mengaktualisasikan semaksimal mungkin dalam hidup dan kehidupannya.


II.      PERUMUSAN MASALAH
Setelah mengetahui kemampuan dasar kita yang bersumber pada otak, hati, dan indera, maka sebaiknya mengetahui, sebenarnya siapakah dirikita ini? Siapa diri kita ini dimaksudkan untuk menggali lebih dalam lagi kemampuan-kemapuan yang kita miliki. Kedalaman pengglian kemampuan personal nantinya akan menghasilkan pengetahuan kita tentang bakat, juga tentang minat, dan sikap terhadap melakukan sesuatu atau melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Berdasarkan perumusan masalah diatas, dalam konteks ini. Latar belakang dan pendidikan mahasiswa merupakan modal awal yang cukup penting berkaitan dengan muatan program. Mahasiswa memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman serta penugasan yang cukup beragama. Mereka yang telah mempunyai pengalaman kerja di bidang perencanaan kota dan daerah, dengan sendirinya akan mempunyai bekal yang lebih untuk memahami kompleksitas persoalan perencanaan kota dan daerah. Sementara mereka yang belum mempunyai pengalaman praktek akan sedikit mengalami kesulitan dalam memahami kompleksitas persoalan perencanaan kota dan daerah.


III.      PEMECAHAN MASALAH
Kemampuan personal individu dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu kemampuan nyata (actual ability) dan kemampuan potensial (potential ability). Kemampuan nyata (actual ability) yaitu kemampuan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang. Misalkan, setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau kecakapan nyata (achievement).
Kemampuan personalitas mahasiswa dapat dilihat dari cirri-ciri sebagai berikut :
1.      Lancar berbahasa (mampu mengutarakan pikirannya)
2.      Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan.
3.      Memiliki kemampuan yang tinggi dalam berfikir logis dan kritis.
4.      Mampu belajar/bekerja secara mandiri
5.      ulet menghadapi kesulitan (tidak kenal putus asa)
6.      Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya
7.      Cermat dan teliti dalam mengamati suatu permasalahan
8.      Mempunyai daya imajinasi yang tinggi.


IV.      PENUTUP
Upaya mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan personal dapat dilihat dari cara mahasiswa mengambil suatu keputusan dari suatu permasalahan yang dihadapi. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses dan berlangsung dalam suatu system, walaupun merupakan suatu keputusan atau desisi pribadi sekalipun yang menyangkut masalah pribadi pula. Hal tersebut perlu kita sadari agar kita dapat berhasil didalam mengembangkan kemampuan kita untuk mengambil suatu keputusan mengenai masalah-masalah yang menghendaki keputusan dari diri kita.

 
 
      DAFTAR PUSTAKA
Arrasjid, Chainur. 2000. Kemampuan individu. Jakarta: Sinar Grafika.
Mahadi. 1985. Sumber-Sumber Potensi. Jakarta: Soeroengan
Marimin. 2004. Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta: Grasindo
Rahardjo, Satjipto. 1982. Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti




Post a Comment

0 Comments